Di setiap pagi, satu hal
yang selalu membuat mata ini untuk terbuka lebih lebar, membuat otak ini
berfikir lebih cemerlang, dan membuat senyum indah untuk terus saya kembangkan,
apalagi kalau bukan bertemu dengan murid-murid kecil saya, teman di pagi hari, ladang
amal ibadah saya.
 |
Calon-calon BJ Habibi cilik niiih ^_^ |
Sudah hampir 3 tahun saya
bekerja, hmm, bukan hanya bekerja sepertinya, tapi berteman dan belajar
membentuk kehidupan dengan anak-anak dan teman-teman kerja yang menurutku lebih
pantas sebagai orang tua saya karena umur-umur rekan saya bekerja hampir dan
lebih kurang seumuran dengan bapak saya. Di sebuah desa dari kecamatan
Wonosalam Kabupaten Demak. Saya hanya mendapat jatah 4 hari dalam seminggu
untuk bertemu mereka, generasi generasi kecil yang sepertinya dahaga akan
teka-teki dunia.
“Bu Dessy, kita di ulang yo…………………. “
 |
Murid kelas 3 unyu-unyu :) |
Itulah yang sering saya
dengar ketika motorku bermerk “Honda” Revo itu memasuki gerbang sekolah. Tangan-tangan
kecil berebut untuk menyalami saya yang baru turun dari motor. Ada yang mencium
tanganku dengan hanya tersenyum dan pergi, ada juga yang terus memegang tangan
ini dan mengomentari kerudung yang saya pakai di hari itu. Duh, anak-anak.
Menggemaskan sekali kalian!!!
Kadang saya juga sering di
buat kesal oleh mereka, terutama anak laki-laki yang bandel dan tidak bisa
berbahasa krama guru. Saya sempat
bingung, padahal saya guru bahasa inggris, lha kog setiap pagi malah ceramah
dulu tentang penting dan sopannya penggunaan bahasa krama untuk murid terhadap guru.
Satu hal yang sering saya
sayangkan, di lingkungan masyarakat SD tempat saya mengajar, anak-anak minim
belajar tentang sopan santun dari orang tua mereka, minim tentang penggunaan
bahasa yang baik, dan minim akan pandangan ke depan. Guru-guru lain di SD
tempat saya mengajar sering mengeluh, ya, karena para orang tua wali kurang
begitu perhatian terhadap tumbuh-kembang pendidikan anak mereka. Maklum juga sih, mereka adalah golongan masyarakat
ekonomi menengah ke bawah.
 |
Potret murid-murid SD Kendaldoyong 2 |
Tapi yang membuat saya
semangat, walaupun saya terkadang galak, judes, tapi kehadiran saya selalu
dinanti mereka. Saya mengerti, jika kita ingin dekat dengan seseorang,
sekalipun dia anak kecil, perlakukanlah dia seolah-olah teman atau sahabat anda
sendiri. Nah lho,, biarpun saya
galak, mereka tetep dekat dengan saya dan menanti-nanti jam pelajaran saya.
Hehehe.
Saya mencintai mereka. Mereka
adalah bagian dari kehidupan saya. Mereka tanggung jawab saya. Walaupun saya
masih terhitung kecil dan paling muda di antara guru-guru lain. Jelas, saya
mengajar sambil kuliah. Dan tentunya banyak kendala dan problema yang sering menghampiri.
Dan untunglah, bapak ibu guru yang lain di tempat saya mengajar selalu membantu
menjawab segala keluh kesah dan kesulitan yang saya alami.
Mereka anak-anak polos lugu
Seperti halnya kertas putih tanpa coretan
Masuk gerbang sekolah dengan semangat ingin tahu
Seolah-olah ingin menakhlukan dunia dan menantang
segala cobaan
Mereka adalah ladang amalku
Dimana aku wajib memberi yang terbaik dari segala yang
aku tahu
Mereka adalah cerminan masa depanku
Yang tak akan ku biarkan mereka hanya duduk diam
terpaku
Lari lah anakku ..
Kejarlah impianmu ..
Aku hanya bisa memberimu ilmu ..
Yang harus kau bawa dank au ingat di sepanjang umurmu
..
Salam Semangat
^_^
Dessy Semangat Truzz